Pendahuluan: Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada balita dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran sentral dalam penanganan awal diare di rumah. Namun, kajian yang mengeksplorasi pengalaman ibu secara mendalam dalam merawat balita dengan diare masih terbatas, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat balita yang mengalami diare, meliputi aspek penanganan, kendala, respon emosional, dukungan keluarga, dan upaya pencegahan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan sebanyak 12 ibu dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 127 ibu yang memiliki balita dengan riwayat diare. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Analisis data menghasilkan lima tema utama, yaitu: (1) penanganan diare di rumah secara farmakologis dan nonfarmakologis, termasuk penggunaan pengobatan tradisional; (2) kendala dalam perawatan, seperti kelelahan fisik dan tekanan emosional; (3) respon ibu berupa kecemasan, kepanikan, dan upaya pencarian informasi; (4) dukungan keluarga sebagai faktor penguat dalam proses perawatan; dan (5) upaya pencegahan melalui peningkatan kebersihan makanan dan minuman anak. Kesimpulan: Pengalaman ibu dalam merawat balita dengan diare dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kondisi emosional, serta dukungan sosial keluarga. Edukasi berbasis keluarga dan penguatan peran tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketepatan penanganan diare dan mencegah komplikasi pada balita.
Copyrights © 2025