Ketergantungan terhadap bahan baku obat impor menjadi tantangan besar bagi ketahanan kesehatan nasional. Optimalisasi obat herbal lokal melalui sinergisme farmasi klinis di fasilitas kesehatan merupakan strategi kunci menuju kemandirian obat dan revitalisasi paradigma pengobatan pada masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan obat herbal lokal, keterlibatan farmasi klinis dalam pemantauan terapi, serta mengukur kesiapan dan implementasi peran farmasis dalam integrasi obat herbal di Rumah Sakit “Xâ€. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan tiga pendekatan data: (1) analisis retrospektif resep yang mengandung obat herbal selama satu bulan terakhir di berbagai unit pelayanan, (2) analisis kualitatif terhadap dokumentasi SOAP dalam Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT), dan (3) survei melalui kuesioner tertutup kepada 11 responden farmasi klinis untuk menilai efikasi diri, praktik klinis, dan persepsi lingkungan kerja. Hasil penelitian ini menjunjukan: Data retrospektif menunjukkan pemanfaatan obat herbal lokal (Fitofarmaka dan OHT) telah terimplementasi di unit Rawat Jalan, Rawat Inap, ICU, Pediatrik, dan Maternity, dengan penggunaan dominan pada kasus hepatoprotektor, hipoalbuminemia, imunomodulator dan nefrolitiasis. Analisis CPPT mengungkapkan bahwa farmasi klinis telah melakukan sinergisme melalui pemantauan interaksi obat dan keamanan terapi herbal secara terintegrasi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa farmasis memiliki efikasi diri yang tinggi (rata-rata skor kategori tinggi) dan didukung oleh budaya organisasi yang terbuka terhadap penggunaan herbal, meskipun frekuensi praktik klinis harian masih memerlukan optimalisasi berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah sinergisme farmasi klinis di Rumah Sakit “X†berperan signifikan dalam mengoptimalkan penggunaan obat herbal lokal melalui pendekatan saintifik. Integrasi ini mendukung terciptanya kemandirian obat nasional dan mentransformasi paradigma masyarakat kontemporer terhadap obat bahan alam yang modern dan berbasis bukti (evidence-based).
Copyrights © 2026