Edamame (Glycine max (L.) Merrill) merupakan varietas kedelai bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Kalimantan Barat seiring meningkatnya permintaan ekspor, khususnya ke Jepang. Namun, pengembangan edamame pada lahan gambut menghadapi kendala berupa pH tanah rendah, ketersediaan hara terbatas, dan daya pegang air yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokasi limbah baglog jamur tiram (15, 20, dan 25 ton/ha), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (2, 3, dan 4 g/tanaman). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong, berat polong segar per tanaman, jumlah polong isi, dan persentase polong isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK memberikan respons positif terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Perlakuan bokasi 25 ton/ha yang dikombinasikan dengan pupuk NPK setara 250 kg/ha merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan berat kering tanaman, jumlah polong, berat polong segar, dan persentase polong isi pada tanah gambut.
Copyrights © 2026