Prestasi non-akademik siswa belum menjadi fokus utama strategi pembinaan sekolah. Kurangnya fasilitas dan dukungan sosial yang rendah dianggap menghambat keterlibatan siswa dan memperkuat efikasi diri. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran klub studi ekstrakurikuler dan efikasi diri sebagai mediator dalam pengaruh fasilitas sekolah dan dukungan sosial terhadap prestasi non-akademik siswa. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data dari 82 siswa aktif di klub studi ekstrakurikuler SMAN 2 Ponorogo melalui teknik pengambilan sampel probabilitas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala Likert 1–4 yang mencakup 5 variabel dan 33 konstruk penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji 7 pengaruh langsung dan 5 pengaruh tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas sekolah dan dukungan sosial memiliki dampak positif dan signifikan terhadap prestasi non-akademik siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi efikasi diri dan keterlibatan dalam klub belajar. Efikasi diri terbukti memiliki peran mediasi yang kuat dalam hubungan antara dukungan sosial dan prestasi non-akademik. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya mengintegrasikan program ekstrakurikuler dan pembangunan kepercayaan diri dalam strategi pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi baru melalui integrasi simultan variabel lingkungan fisik, dukungan sosial, aspek psikologis, dan aktivitas siswa dalam satu model konseptual berbasis PLS-SEM.
Copyrights © 2025