Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan

The Penggunaan Pupuk Organik Hayati Padat Pembenah Tanah Terhadap Hasil Panen Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) di Tanjungsari Kabupaten Sumedang: The Application of Solid Bio-Organic Fertilizer as a Soil Conditioner on the Yield of Basil (Ocimum basilicum L.) in Tanjungsari, Sumedang Regency

Ningtyas, Dewi Nurma Yanti (Unknown)
Dewi, Sheli Mustikasari (Unknown)
Giffari, Fahri Rijal (Unknown)
Shidiq, Fauziah Zahra Ash (Unknown)
Mastur, Adhi Irianto (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Feb 2026

Abstract

Tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sayuran segar yang banyak dikonsumsi. Di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, budidaya kemangi menghadapi hambatan berupa penurunan kualitas tanah dan rendahnya efisiensi pemupukan, sehingga hasil panen tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik hayati (POH) padat sebagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan bobot panen kemangi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan: kontrol (A), 100% POH (B), POH + 25% dosis rekomendasi anorganik (C), POH + 50% dosis rekomendasi anorganik (D), POH + 100% dosis rekomendasi anorganik (E), dan 100% pupuk anorganik (F),masing-masing diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan bobot panen. Hasil menunjukkan kombinasi POH dengan 50% pupuk anorganik memberikan pertumbuhan optimal (tinggi 30,41 cm; bobot 27,32 g), lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain dan kontrol. Efektivitas ini terkait kontribusi mikroorganisme POH dalam meningkatkan ketersediaan hara, fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, stimulasi fitohormon, serta perbaikan struktur tanah. Studi menyimpulkan penggunaan POH padat dengan 50% pupuk anorganik dapat meningkatkan hasil kemangi, efisiensi pemupukan, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Basil (Ocimum basilicum L.) is an economically valuable crop widely consumed as a fresh vegetable. In Tanjungsari, Sumedang Regency, basil cultivation faces challenges including declining soil quality and low fertilizer use efficiency, resulting in suboptimal yields. This study aimed to evaluate the effect of solid Bio-Organic Fertilizer (BOF) as a soil conditioner on the growth and yield of basil. The experiment was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments: control (A), 100% BOF (B), BOF + 25% recommended inorganic fertilizer (C), BOF + 50% recommended inorganic fertilizer (D), BOF + 75% recommended inorganic fertilizer (E), and 100% inorganic fertilizer (F), each replicated four times. Observed parameters included plant height and fresh weight. Results indicated that the combination of BOF with 50% inorganic fertilizer produced the highest growth and yield (30.41 cm height; 27.32 g fresh weight), outperforming other treatments and the control. This effectiveness is attributed to the contribution of BOF microorganisms in enhancing nutrient availability, nitrogen fixation, phosphate solubilization, phytohormone stimulation, and soil structure improvement. The study concludes that applying solid BOF with 50% inorganic fertilizer can increase basil yield, improve fertilizer use efficiency, and support sustainable agriculture.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

perbal

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ...