sayuran merupakan tumbuhan yang mudah rusak. Kerusakan ini relatif tinggi terutama di Negara berkembang yaitu antara 30%-50%. Kerusakan ini terjadi karena pemahaman tentang penanganan pasca panen bagi kebanyakan orang belum memadai di samping dukungan teknologi perawatan bahan pangan nabati yang belum memungkinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penanganan pascapanen yang baik bisa mencegah kerusakan dan memperpanjang umur simpan sayuran, terutama di pasar tradisional. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif lewat studi jurnal ilmiah serta observasi langsung terhadap pedagang sayuran di sekitar UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan sayuran bisa disebabkan oleh faktor mekanis, fisik, kimiawi, biologis, dan mikrobiologi. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan waktu penyimpanan juga berpengaruh besar terhadap daya tahan sayur. Dengan penerapan teknik pascapanen yang baik seperti pengaturan suhu dan kelembaban yang sesuai, kebersihan tempat penyimpanan, serta pemisahan sayuran rusak, tingkat kehilangan hasil bisa ditekan.
Copyrights © 2026