p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Talas Menjadi Tepung untuk Meningkatkan Mutu dan Daya Simpan Faiha, Anya Arwa; Tiara, Salva; Farihin, Sulthan Fadhil; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengolahan umbi talas (Colocasia esculenta) menjadi Tepung. talas segar memiliki kadar air tinggi (sekitar 70–80%), sehingga mudah rusak, busuk, dan berjamur bila disimpan lama. yang menurunkan kadar air dan mengubah bentuk fisik menjadi lebih kering, ringan, dan Awet. Selain meningkatkan daya simpan, proses ini juga memudahkan transportasi, penyimpanan, dan pemanfaatan dalam berbagai produk olahan. Pengolahan talas dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengupasan, pengirisan, perendaman, pengeringan dengan oven pada suhu 60–70 oC, penggilingan, dan pengayakan. Berdasarkan hasil kajian dari berbagai jurnal nasional, proses pengeringan berpengaruh signifikan terhadap mutu fisik dan kimia tepung. Semakin tinggi suhu dan lama pengeringan, kadar air dan rendemen menurun, sedangkan warna dan derajat putih meningkat. Tepung talas yang dihasilkan memiliki kadar air berkisar 6,7–11%, rendemen 18–23%, dan derajat putih 64–75%. Selain itu, tepung talas memilih. Dengan demikian, pengolahan talas menjadi tepung dengan kondisi yang tepat dapat meningkatkan mutu dan memperpanjang daya simpan tepung talas secara signifikan.
Inovasi Minuman Herbal Teh Berbasis Bunga Kecombrang: Solusi Alternatif untuk Mengurangi Stres Ababil, Fauzanna; Habibi, Janitra Yasmine; Hidayatullah, Muhammad Ihqbal; Farihin, Sulthan Fadhil; Fauzia, Syaharani; Hastuti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22117

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman fungsional yang semakin diminati karena kandungan senyawa bioaktif serta manfaat kesehatannya. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, 64% masyarakat Indonesia mulai beralih ke minuman sehat. Konsumsi teh herbal menjadi peluang pengembangan produk berbasis bahan lokal yang lebih natural dan menyehatkan. Kecombrang (Etlingera elatior) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan bahan pangan lokal yang kaya senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, dan agen antiinflamasi. Namun, pemanfaatan kecombrang sebagai minuman herbal masih terbatas sehingga diperlukan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teh herbal kecombrang–jahe dan mengevaluasi karakteristik sensori untuk mengetahui tingkat keberterimaannya. Metode penelitian dilakukan melalui sintesis produk dengan komposisi 7:2:1 (kecombrang:jahe merah:gula jagung) yang dipilih berdasarkan beberapa uji formulasi. Proses produksi meliputi pencucian, pengirisan, pengeringan pada suhu 65°C, penghalusan, dan pengemasan ke dalam kantung teh. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih menggunakan parameter warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Hasil menunjukkan bahwa teh kecombrang–jahe memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik dengan nilai hedonik warna 3,78, aroma 3,66, rasa 3,50, dan aftertaste 3,41. Warna pucat, aroma rempah seimbang, serta rasa yang relatif netral dinilai sesuai karakter minuman herbal, meskipun sebagian panelis merasakan sensasi asam dan getir. Secara keseluruhan, produk ini menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai minuman herbal fungsional berbasis bahan pangan lokal.