Latar belakang: Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan penyebab timbulnya berbagai komplikasi kardiovaskuler. Kardiomegali sering ditemukan pada pasien gagal jantung sebagai akibat dari hipertensi berat dan tidak terkontrol. Pada foto toraks disebut kardiomegali jika nilai cardiothoracic ratio lebih dari 50%, dan diklasifikasikan menjadi derajat ringan, sedang dan berat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan NLR dengan derajat hipertensi dan derajat kardiomegali pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptik analitik dengan desain potong lintang. Variabel yang dianalisis adalah NLR dengan derajat hipertensi dan NLR dengan derajat kardiomegali. Hasil: Dari 31 subjek penelitian, sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebesar 64,5%. Kelompok usia terbanyak adalah 59-64 tahun, yaitu sebesar 29%. Subjek penelitian didominasi oleh hipertensi derajat 1 dan derajat 2, masing-masing sebesar 45,2%. Nilai NLR minimum adalah 0,96 dan nilai maksimum 14,33 dengan simpangan baku 4,07. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,421 dengan signifikansi 0,021 (p<0,05) untuk hubungan NLR dengan derajat hipertensi, serta koefisien korelasi (r) sebesar 0,341 dan signifikansi 0,061 (p>0,05) untuk hubungan NLR dengan derajat kardiomegali. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara NLR dengan derajat hipertensi, dan hubungan yang positif antara NLR dengan derajat kardiomegali walaupun tidak signifikan secara statistik.
Copyrights © 2025