Stunting masih menjadi permasalahan utama di Kabupaten Ngawi, khususnya di TK Dharma Wanita Karanganyar 2, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi stunting melalui intervensi pemberian makanan tambahan berbasis hasil bumi lokal serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan status gizi anak prasekolah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan 26 anak prasekolah, di mana 15 anak yang berisiko stunting menjadi sampel utama. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pengukuran antropometri, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 57,7% anak teridentifikasi berisiko stunting akibat pola makan tidak seimbang dan rendahnya pengetahuan gizi orang tua. Setelah intervensi pemberian makanan tambahan berbasis hasil bumi lokal selama minimal 30 hari, terjadi peningkatan berat badan dan tinggi badan, serta perubahan positif pada kebiasaan makan anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi makanan tambahan lokal dan edukasi gizi efektif dalam mencegah stunting pada anak usia dini. Implikasi di masa depan mencakup peningkatan status gizi anak, pengembangan kebiasaan makan sehat sejak dini, pemberdayaan komunitas lokal, serta penguatan ketahanan pangan dan model program pencegahan stunting yang berkelanjutan. Hasil ini mendukung upaya membangun generasi muda yang sehat dan produktif.
Copyrights © 2026