Anak tunagrahita memiliki risiko karies gigi lebih tinggi dibandingkan dengan anak normal. Prevalensi karies gigi anak tunagrahita mencapai 80,6%. Anak tunagrahita perlu perhatian dan bimbingan lebih dari orang tua sebagai pendamping yang paling dekat di rumah. Tujuan kegiatan meningkatkan motivasi perawatan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua dalam memelihara kesehatan gigi anak tunagrahita. Metode pelaksanaan kegiatan dengan ceramah dan demonstrasi serta monitoring orang tua dalam memelihara kesehatan gigi anak tunagrahita. Sasaran kegiatan terdiri dari 35 orang tua anak tunagrahita. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil implementasi home care orang tua sangat efektif dengan hasil p = 0,000, begitu pula motivasi perawatan gigi anak tunagrahtita p = 0,000. Kesimpulan : Implementasi metode home care orang tua dalam motivasi perawatan kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita sangat efektif dalam meningkatkan home care orang tua dalam memotivasi perawatan kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita.
Copyrights © 2026