Kampus ini berfungsi sebagai landasan strategis bagi lembaga pendidikan tinggi dalam upaya melestarikan dan menjaga lingkungan kampus secara berkelanjutan. Konsep Kampus Hijau tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik yang ramah lingkungan, tetapi juga melibatkan pendidikan lingkungan. Program ini menerapkan metode Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD), yang menekankan eksplorasi potensi individu, kelompok, dan lingkungan sekitar di Universitas Sunan Giri Surabaya. Program ini juga mendorong kemandirian mahasiswa dalam menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan menjadi teladan bagi masyarakat. Kegiatan Kampus Hijau dilaksanakan pada pagi hari, di mana seluruh mahasiswa penerima beasiswa semester pertama berkumpul di depan gedung baru untuk mendengarkan instruksi dari dosen sebelum memulai program. Kegiatan ini memotivasi dan melatih mahasiswa untuk menjadi lebih mandiri dalam berbagai aspek, dengan tujuan menciptakan kampus yang bersih dan nyaman. Kampus yang bersih dan nyaman mendukung proses pembelajaran yang lebih baik. Sebagai hasil dari kegiatan ini, kampus menjadi lebih bersih, dan mahasiswa mengembangkan kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menerapkan kegiatan pembersihan rutin di sekitar kampus, mahasiswa menjadi lebih sadar akan kebutuhan untuk merawat lingkungan sekitar, terutama lingkungan kampus. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan ini diadakan sekali seminggu untuk terus menjaga kebersihan dan kenyamanan kampus.
Copyrights © 2026