Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak yang ditandai lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif serta kondisi anak memiliki tinggi badan yang tidak normal pada umumnya. Salah satu faktor stunting dapat disebabkan oleh kurangnya asupan garam beryodium. Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsi garam yang mengandung yodium agar terhindar dari kekurangan asupan yodium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pada konsumsi garam beryodium dengan masalah stunting yang ada di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif antara konsumsi yodium pada kejadian stunting di desa masawah dan ketetapan WHO terhadap konsumsi yodium pada anak. Survey dilakukan ke 6 posyandu yang tengah melakukan imunisasi terhadap anak di Desa Masawah. Sebanyak 73% atau sekitar 159 sampel garam mengandung yodium dan 27% atau sekitar 58 sampel garam tidak mengandung yodium serta sampel ketiga anak penderita stunted hanya 1 anak mengkonsumsi garam beryodium. Berdasarkan ketetapan yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) dapat diduga pada 2 anak penderita stunted ini salah satu faktornya dikarenakan tidak mengkonsumsi garam beryodium, karena yodium adalah salah satu mikronutrien untuk memenuhi kebutuhan perkembangan pada masa emas pertumbuhan 1.000 hari pertama pada anak.
Copyrights © 2025