Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening Capture Fisheries Information Systems through Data Optimization at Cikidang Fisihing Port, Pangandaran Khoerunnisa, Nurani; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Saputra, Yudi Ardiansyah; Hamdani, Galih
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i1.12010

Abstract

Sustainable fisheries management requires accurate and digitalized catch data. Cikidang Fishing Port in Pangandaran holds significant potential; however, its current data collection system remains suboptimal. This study aims to formulate a strategy for optimizing fisheries data collection by identifying data flow processes and conducting a SWOT analysis, in order to strengthen an adaptive, accountable, and evidence-based fisheries information system that supports effective governance. The research was conducted at Cikidang Fishing Port involved direct observations and secondary data analysis, followed by the development of an optimization strategy based on internal and external factors derived from the SWOT framework. The result research showed that catch data collection is still predominantly carried out manually, with limited use of the digital Fisheries Port Information Center application. Nonetheless, coordination between data officers and auction stakeholders operates relatively well and serves as a key strength in the data collection process. The strengths of the current system lie in effective communication among staff, the presence of active enumerators, and the availability of basic infrastructure. Identified weaknesses include limited adoption of digital technologies and insufficient human resource capacity. Opportunities include policy support for data digitalization from the Ministry of Marine Affairs and Fisheries and potential cross-sector collaborations. Major threats involve the sustainability of fishery resources and the lack of active participation from fishers in data reporting. The proposed strategies include expanding the implementation of e-logbooks, enhancing enumerator training, strengthening interagency coordination, and conducting educational outreach to fishers. These strategies are expected to foster the development of a more efficient, accurate, and data-driven fisheries data system that supports sustainable fisheries management at the local level.
Pengaruh Konsumsi Yodium Garam terhadap Kejadian Stunting pada Anak di Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran Ambarita, Yolando; Saputra, Yudi Ardiansyah; Hariyana, Yolanda Putri; Indallah, Nadwah Purnada; Mustika, Elviana Dian; Hermanto, Bambang; Pasaribu, Buntora; Khan, Alexander M. A.
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.64812

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak yang ditandai lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif serta kondisi anak memiliki tinggi badan yang tidak normal pada umumnya. Salah satu faktor stunting dapat disebabkan oleh kurangnya asupan garam beryodium. Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsi garam yang mengandung yodium agar terhindar dari kekurangan asupan yodium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pada konsumsi garam beryodium dengan masalah stunting yang ada di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif antara konsumsi yodium pada kejadian stunting di desa masawah dan ketetapan WHO terhadap konsumsi yodium pada anak. Survey dilakukan ke 6 posyandu yang tengah melakukan imunisasi terhadap anak di Desa Masawah. Sebanyak 73% atau sekitar 159 sampel garam mengandung yodium dan 27% atau sekitar 58 sampel garam tidak mengandung yodium serta sampel ketiga anak penderita stunted hanya 1 anak mengkonsumsi garam beryodium. Berdasarkan ketetapan yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) dapat diduga pada 2 anak penderita stunted ini salah satu faktornya dikarenakan tidak mengkonsumsi garam beryodium, karena yodium adalah salah satu mikronutrien untuk memenuhi kebutuhan perkembangan pada masa emas pertumbuhan 1.000 hari pertama pada anak.