Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Food Habits of Green Lobster (Panulirus Homarus) Fed with Calcium- and Phosphorus-Rich Feed Observed Using Artificial Intelligence “Smart Lobster-Culture” Rostika, Rita; Haetami, Kiki; Khan, Alexander; Pasaribu, Buntora; C.U, M. Ikhsan; Ayu Sri Wijayanti, Lady
Journal of Social Research Vol. 4 No. 3 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i3.2464

Abstract

This study aims to investigate the food habits of green lobsters (Panulirus Homarus) when fed with natural feed rich in calcium and phosphorus, and to assess their growth performance, survival rate, and water quality in relation to different feeding treatments. The research was conducted in 2024 at the Marine Station of Pangandaran University, located in Pangandaran Regency. The study utilized a Complete Random Design (RAL) with four different feeding treatments over 6 x 10 days: A (80% anchovy feeding), B (100% anchovy feeding), C (80% rebon feeding), and D (100% rebon feeding). The parameters observed include Growth Rate based on Length (LPP) and Weight (LPB), Survival Rate (SR), and Water Quality. Additionally, natural feed habits were monitored using the AI Smart Lobster Culture version 1. The results showed that lobsters fed with 100% anchovy and rebon (treatments B and D) exhibited the highest weight increase, with values of 61.4 and 65.1, respectively, while treatments A and C showed no significant differences. The Survival Rate (SR) across all treatments (A, B, C, and D) was excellent, with an SR of 96%. The findings indicate that both anchovy and rebon, rich in calcium and phosphorus, are effective in supporting lobster growth and survival. In conclusion, this study demonstrates that feeding green lobsters with 100% calcium and phosphorus-rich feed, such as anchovies and rebon, promotes optimal growth and survival, highlighting the importance of feed composition in lobster culture.
Mengurangi Jejak Sampah Laut melalui Aksi Bersih Pantai: Inisiatif Lokal di Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap Wijayanti, Lady Ayu Sri; Khoerunnisa, Nurani; Akbarsyah, Nora; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Pasaribu, Buntora; Firdaus, Mochamad Ramdhan
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60374

Abstract

Aksi bersih pantai merupakan salah satu upaya strategis untuk mengurangi dampak sampah laut yang mengancam ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat. Program ini dilaksanakan di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai destinasi wisata penting. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, guna memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan dalam program kegiatan ini adalah observasi, deskriptif, dan partisipatif. Subjek penelitian pada pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Pengelola Pantai Teluk Penyu, para penggiat wisata di sekitar Pantai Teluk Penyu, para mahasiswa dan civitas akademik Prodi Perikanan Laut Tropis, PSDKU Unpad, Pangandaran. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini berhasil mengumpulkan 16,651 kilogram sampah dalam satu hari. Selain kegiatan pembersihan, edukasi tentang pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan dampak positif berupa pengurangan volume sampah di pesisir, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan, dan penguatan sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah laut terpadu yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk mengatasi tantangan pencemaran laut secara efektif.
Analisis Variabilitas Tss, Klorofil-A, dan Algae Bloom pada Daerah Limpasan Pembuangan Tambak Udang dan Muara Sungai di Perairan Laut Desa Mandrajaya, Teluk Ciletuh, Sukabumi Fitrah Bachtiar, Aidin; MS, Yuniarti; Yudi Nurul Ihsan, Yudi Nurul Ihsan; Pasaribu, Buntora
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 6 (2024): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i6.149

Abstract

Perairan Teluk Ciletuh berada pada ambang batas pencemaran. Pemantauan pencemaran dan kualitas perairan dapat diketahui melalui parameter Total Suspended Solid (TSS) dan Klorofil-a. Klorofil-a dapat dijadikan indikator tingkat kesuburan perairan dan TSS  merupakan salah satu parameter penentu kualitas air. Metode penginderaan jauh digunakan untuk menestimasi konsentrasi klorofil, TSS, Algae Bloom dan pemetaan distribusinya di laut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data citra satelit Landsat 7 dan Landsat 8 pada tahun 1999, 2000, 2012, 2022, dan 2023. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa konsentrasi klorofil-A cenderung meningkat seiring pertambahan usia tambak udang dalam dua dekade terakhir di semua stasiun pengamatan, disebabkan oleh peningkatan kandungan nutrien akibat aktivitas manusia. Meskipun demikian, nilai klorofil-A ini tetap berada dalam kategori cukup (oligotrofik) dan sedang (mesotrofik) menandakan tida adanya pencemaran berat. Sementara itu, visualisasi algae bloom menggunakan SABI tidak menunjukkan keberadaan algae blooming. Konsentrasi TSS menunjukkan nilai-nilai yang masih dalam batas baku mutu perairan untuk ekosistem mangrove.