Penelitian ini bertujuanmenggambarkan resiliensi guru anak berkebutuhankhusus (ABK) dalam konteks pendidikan inklusifdengan meninjau berbagai hasil penelitian nasionaldan internasional. Kajian menggunakan pendekatanSystematic Literature Review (SLR) untukmengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan guru, strategi penguatanresiliensi, serta implikasinya terhadap kesejahteraandan efektivitas pembelajaran inklusif. Penelusuranliteratur dilakukan melalui basis data ScienceDirect, ERIC, ProQuest, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 2010–2025. Hasil kajian terhadap 20 artikel menunjukkan bahwaresiliensi guru ABK merupakan kemampuanmultidimensional yang mencakup aspek psikologis, sosial, spiritual, dan kelembagaan. Faktor internal seperti efikasi diri, regulasi emosi, dan makna profesimembantu guru menghadapi tekanan kerja, sedangkanfaktor eksternal seperti dukungan sosial, kepemimpinansekolah, dan kebijakan pendidikan inklusif memperkuatdaya tahannya. Selain itu, spiritualitas, refleksi diri, dan program Social Emotional Learning (SEL) terbuktiefektif dalam meningkatkan kesejahteraan emosionaldan profesional guru. Resiliensi guru bukanlah sifatbawaan, tetapi proses dinamis yang dapatdikembangkan melalui pelatihan, dukungankelembagaan, dan lingkungan kerja yang suportif. Implikasi kajian ini menekankan pentingnya kebijakanpendidikan yang berpihak pada kesejahteraan guru dan penguatan jejaring sosial profesional.
Copyrights © 2026