Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Unit Usaha Dapur Sehat (UUDS) di RA Nurul Huda Bawu sebagai model pemberdayaan lembaga pendidikan dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Program dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan dan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas guru, tenaga dapur, dan orang tua dengan keterlibatan aktif dalam setiap proses. Instrumen evaluasi berupa observasi, kuesioner, dan wawancara digunakan untuk menilai pemahaman gizi, konsistensi pengelolaan dapur, serta inovasi menu sehat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu pemahaman guru mengenai gizi seimbang mencapai 90%, konsistensi pengelolaan dapur sehat meningkat hingga 85%, dan inovasi menu UUDS dalam pemenuhan gizi anak usia dini tercatat sebesar 80%. Selain itu, terbentuk variasi menu berbasis pangan lokal yang lebih kreatif serta lingkungan sekolah yang sadar gizi dan mandiri secara ekonomi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Unit Usaha Dapur Sehat dapat menjadi solusi aplikatif dalam pencegahan malnutrisi anak usia dini. Disarankan agar program ini direplikasi di satuan pendidikan lain dengan dukungan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak positif.
Copyrights © 2025