AbstractSTEAM-based learning can help children develop their creativity in interactive learning in their own way, especially in the 21st century. This study aims to further review the effect of STEAM-charged learning on the independence of children aged 5-6 years according to their gender. The research method is a quantitative descriptive type, by collecting data using observation, interview, documentation, and questionnaire techniques. The number of research samples (n = 140) was taken in each district / city in Central Java, consisting of 4 teachers and 4 parents from 2 samples of PAUD institutions in each district / city. The results of this study indicate that children's independence gets an F score of 32 and a score of 141-160 (22.9%) when learning STEAM. The results of the study say that the independence of girls is classified as more independent than boys. Of course, based on these results, teachers are expected to further optimize STEAM learning, especially for boys, so that children have more physical skills, are confident, responsible, disciplined, get along well, share, and control their emotions.Keywords: STEAM; independence; gender AbstrakPembelajaran berbasis STEAM dapat membantu anak-anak mengembangkan kreativitasnya dalam pembelajaran interaktif dengan caranya sendiri, terutama di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan meninjau lebih lanjut pengaruh pembelajaran bermuatan STEAM terhadap kemandirian anak usia 5 – 6 tahun menurut jenis kelaminnya. Metode penelitian berjenis deskriptif kuantitatif, melalui pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Sampel penelitian berjumlah (n=140) dengan pengambilan sampel pada masing-masing kabupaten / kota di Jawa Tengah sejumlah 4 guru dan 4 orang tua dari 2 sampel Lembaga PAUD tiap kabupaten / kota. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemandirian anak mendapatkan skor F 32 dan skor 141-160 (22,9%) saat belajar STEAM. Hasil penelitian mengatakan bahwa kemandirian anak perempuan digolongkan lebih mandiri daripada anak laki-laki. Tentunya berdasarkan hasil tersebut, para guru diharapkan untuk lebih mengoptimalkan pembelajaran STEAM, khususnya bagi anak laki-laki, sehingga anak lebih memiliki keterampilan fisik, percaya diri, bertanggung jawab, disiplin, bergaul dengan baik, berbagi, dan mengendalikan emosi.Kata kunci: STEAM; kemandirian; jenis kelamin