Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman kacangkacangan yang berpotensi dibudidayakan di Kalimantan Barat. Budidaya tanaman kecipir di tanah aluvial memiliki permasalahan pada tingkat kesuburan tanah yang rendah sehingga diperlukan upaya perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah aluvial. Upaya perbaikan yang dapat diberikan adalah penambahan pupuk kasgot dan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh interkasi dosis terbaik antara pupuk kasgot dan pupuk NPK pada pertumbuhan dan hasil kecipir di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung dari bulan April hingga Juli 2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk kasgot terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = 5 ton /ha (125 g/tanaman), k2 =10 ton/ha (250 g/tanaman) dan k3 =15 ton/ha (375 g/tanaman). Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK yang terdiri dari 4 taraf yaitu n0 = 0 kg/ha (kontrol), n1 = 200 kg/ha ( 5 g/tanaman), n2 = 300 kg/ha (7,5 g/tanaman) dan n3 = 400 kg/ha (10 g/tanaman). Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang terdiri dari 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pupuk kasgot dan pupuk NPK terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil kecipir di tanah aluvial. Perlakuan pupuk kasgot dengan dosis 5 ton/ha merupakan dosis yang efektif terhadap variabel volume akar. Perlakuan NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif terhadap variabel jumlah daun , jumlah polong pertanaman dan berat perpolong kecipir.
Copyrights © 2026