Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah yang dihasilkan pada tingkat petani lada serta menggambarkan struktur pemasaran melalui perhitungan margin pemasaran dan farmer's share pada berbagai saluran pemasaran di Kabupaten Bengkayang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 98 responden yang terdiri dari petani, pengumpul desa, pedagang besar, UMKM, dan pengecer. Analisis yang dilakukan meliputi penyiaran saluran pemasaran, perhitungan margin pemasaran, farmer's share, serta nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pada tingkat petani masih tergolong rendah, yakni sebesar Rp 12.670/kg dengan nilai tambah tambah rasio 14,76%, yang mencerminkan bahwa aktivitas pascapanen yang dilakukan petani belum memberikan peningkatan nilai yang signifikan. Sementara itu, perhitungan margin pemasaran dan farmer's share menampilkan adanya perbedaan proporsi pendapatan harga pada setiap saluran pemasaran; Saluran II memberikan farmer's share tertinggi sebesar 93,01%, sedangkan saluran lain menunjukkan akibat perbedaan margin variasi panjang saluran dan fungsi pemasaran. Temuan ini menegaskan bahwa struktur pemasaran dan aktivitas pascapanen petani sangat menentukan besarnya nilai tambah dan bagian harga yang diterima petani lada di Bengkayang.
Copyrights © 2025