Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Tingginya intensitas curah hujan, sedimentasi sungai, degradasi daerah aliran sungai (DAS), serta perubahan tata guna lahan menjadi faktor utama meningkatnya risiko banjir. Pengabdian ini bertujuan menganalisis efektivitas mitigasi banjir berbasis normalisasi sistem air yang meliputi drainase, irigasi, waduk, sungai, laut, dan hutan serta mengintegrasikannya dengan pendekatan manajemen risiko. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis dokumen dari instansi terkait. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa normalisasi sistem air mampu meningkatkan kapasitas aliran dan menurunkan durasi genangan. Namun, efektivitasnya menjadi terbatas apabila tidak diintegrasikan dengan pengelolaan DAS dan kebijakan tata ruang yang berkelanjutan. Pendekatan manajemen risiko menunjukkan bahwa mitigasi struktural perlu dikombinasikan dengan mitigasi non-struktural untuk menurunkan tingkat risiko banjir secara signifikan.
Copyrights © 2026