Desa Belumbang di Kabupaten Tabanan, Bali, merupakan salah satu desa yang baru ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2022. Desa ini memiliki beragam potensi wisata, mulai dari atraksi alam seperti sistem irigasi subak dan tubing di sungai, hingga atraksi budaya seperti pertunjukan tari Rangda dan Calonarang. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara optimal. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik oleh mahasiswa Universitas Triatma Mulya, dilakukan berbagai kegiatan partisipatif untuk mendukung pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Pendekatan yang digunakan meliputi observasi, diskusi dengan pemangku kepentingan, dan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Output kegiatan mencakup produksi konten promosi, pemasangan plang penunjuk arah, serta pembentukan identitas digital desa wisata melalui media sosial. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif yang mengedepankan nilai-nilai lokal mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat posisi desa sebagai destinasi alternatif di Kabupaten Tabanan.
Copyrights © 2025