Pemberdayaan masyarakat disabilitas menjadi aspek penting dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang inklusif, khususnya di Kelompok Bina Siwi, yang berlokasi di Desa Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Kelompok ini menghadapi tantangan besar terkait kemandirian ekonomi anggotanya, yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas. Salah satu program pemberdayaan yang dilakukan adalah revitalisasi pertanian inklusif berbasis Green House dan teknologi Wick Hidroponik, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan budidaya pertanian serta mengoptimalkan pengelolaan lahan terbatas. Program ini meliputi pelatihan budidaya tanaman organik, penerapan teknologi hidroponik, dan pelatihan pemasaran hasil pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada produktivitas panen, yang meningkat 50% dari 5 kg per siklus menjadi 8 kg per siklus. Selain itu, anggota kelompok memperoleh keterampilan dalam pengemasan dan pemasaran produk dengan lebih profesional. Dampak program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup anggota, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas melalui pemasaran yang lebih efektif. Model pemberdayaan ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk kelompok disabilitas di Indonesia, memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial mereka.
Copyrights © 2026