Perkembangan teknologi digital menuntut penguasaan keterampilan berpikir komputasional, di mana pemahaman algoritma menjadi fondasi kritis. Namun, pembelajaran algoritma di tingkat sekolah menengah sering terkendala oleh sifatnya yang abstrak. Observasi awal terhadap Guru MGMP Informatika Kota Padang menunjukkan 56% dari 25 responden belum pernah menggunakan alat bantu visual untuk pengajaran algoritma. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui introduksi dan pelatihan Flowgorithm, sebuah perangkat lunak untuk memvisualisasikan algoritma dalam bentuk flowchart interaktif. Metode pelaksanaan mencakup tahap perencanaan, pendahuluan (pre-test), pelatihan (12 Agustus 2025), pendampingan intensif, dan evaluasi (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan. Sebanyak 96% peserta mengalami peningkatan pemahaman konsep algoritma, 92% peserta menjadi terampil menggunakan Flowgorithm, dan 92% lainnya melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengajar. Analisis mengungkap bahwa pendekatan "learning by doing", relevansi materi dengan kurikulum, dan antarmuka Flowgorithm yang user-friendly menjadi faktor kunci keberhasilan. Disimpulkan bahwa Flowgorithm efektif sebagai media transisi dari konsep algoritma abstrak ke implementasi nyata, sehingga direkomendasikan untuk diadopsi secara lebih luas dan didukung dengan pelatihan lanjutan.
Copyrights © 2026