Permasalahan utama mitra di Desa Wisata Bahuluang, Kabupaten Kepulauan Selayar, adalah ketiadaan sistem pengelolaan sampah plastik yang memicu pencemaran pesisir, serta rendahnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam standar pelayanan wisata. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi integratif melalui pelatihan pelayanan prima (service excellence) dan pendampingan pengelolaan limbah berbasis circular economy. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) yang melibatkan 30 peserta aktif (pemuda, pelaku homestay, dan PKK) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, dan praktik langsung pembuatan produk daur ulang. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas kognitif mitra, dibuktikan dengan kenaikan skor rata-rata dari 55 (pre-test) menjadi 72 (post-test). Secara psikomotorik, mitra berhasil mengolah limbah residu plastik menjadi produk ecobrick fungsional (kursi taman) serta menyusun draf Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan homestay. Dampak keberlanjutan program ditandai dengan terbentuknya embrio kelompok kerja pengelola sampah desa yang diproyeksikan bersinergi dengan BUMDes untuk mewujudkan tata kelola destinasi wisata bahari yang bersih, mandiri, dan berdaya saing.
Copyrights © 2026