Permasalahan rendahnya pengetahuan kader kesehatan di Desa Kecepak, Kabupaten Batang menyebabkan kurangnya inovasi dalam penyediaan menu pangan lokal untuk pencegahan stunting pada anak. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mengolah ubi cilembu dan singkong sebagai pangan lokal bernutrisi tinggi melalui pelatihan dan pendampingan berbasis keluarga. Metode kegiatan meliputi koordinasi awal dengan kader, penyusunan resep menu tambahan, penyampaian materi gizi seimbang dan pencegahan stunting, pelatihan praktik pengolahan pangan, serta pendampingan penerapan di rumah tangga. Evaluasi dilakukan melalui observasi praktik, penilaian keterampilan, serta pretest–posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari rata-rata 52,4 menjadi 83,6, keterampilan pengolahan menu menjadi lebih variatif dan disukai anak, serta keluarga mulai rutin memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi harian. Program ini memperkuat peran kader sebagai agen perubahan dalam praktik gizi keluarga. Pendekatan pemberdayaan dan pemanfaatan bahan lokal terbukti efektif, sehingga layak dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperluas dampak pencegahan stunting.
Copyrights © 2026