Kelompok penambak udang di desa wanayasa, kecamatan pontang, provinsi banten, menghadapi permasalahan utama berupa ketidakefisienan pemberian pakan, tingginya pemborosan pakan, serta keterbatasan kemampuan dalam memantau kualitas air dan mengelola usaha tambak secara terstruktur. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas dan tingginya biaya operasional tambak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola budidaya tambak udang secara lebih efisien melalui penerapan teknologi Smart Feeder berbasis Internet of Things (IoT) disertai pendampingan manajemen usaha sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang meliputi identifikasi masalah bersama mitra, perancangan dan pemasangan alat, pelatihan pengoperasian Smart Feeder dan monitoring kualitas air, serta pendampingan dan evaluasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata pada praktik budidaya mitra, ditandai dengan pengurangan waktu pemberian pakan hingga 80%, penurunan pemborosan pakan sebesar 70–80%, serta peningkatan keteraturan jadwal pemberian pakan. Pemanfaatan data kualitas air secara real-time juga meningkatkan kemampuan mitra dalam mengambil keputusan cepat untuk menjaga kondisi tambak tetap optimal. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berdampak pada peningkatan efisiensi operasional, produktivitas tambak, serta kapasitas penambak dalam mengadopsi teknologi dan manajemen berbasis data, sehingga mendukung keberlanjutan usaha budidaya udang mitra.
Copyrights © 2026