Lingkungan sekolah menyimpan banyak peralatan elektronik dan dokumen penting, sehingga apabila terjadi kebakaran tanpa deteksi awal, kerugian yang ditimbulkan dapat berdampak lebih besar. Berdasarkan observasi tim pengusul di MA Negeri 1 Kabupaten Serang, sekolah belum memiliki sistem otomatis yang mampu memberikan peringatan secara cepat dan akurat jika terjadi peningkatan suhu, asap, atau nyala api. Sebagai solusi, tim pengusul dari Program Studi Sistem Komputer (S1) Universitas Pamulang Kampus Kota Serang mengusulkan pengembangan Sistem Peringatan Dini Kebakaran berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini akan memanfaatkan sensor DHT22 untuk memantau suhu, sensor MQ-2 untuk mendeteksi asap, dan Flame Sensor untuk mendeteksi api. Ketiga sensor ini akan terhubung ke mikrokontroler yang kemudian mengirimkan data secara real-time ke server cloud melalui koneksi WiFi. Jika ambang batas terlampaui, sistem akan mengaktifkan buzzer, menghidupkan relay untuk mengontrol alat elektronik, dan mengimplementasikan relay pulsing dengan interval tiga detik ON/OFF pada kondisi danger, juga mengirimkan notifikasi melalui web monitoring dan telegram. Dengan adanya sistem ini, pihak sekolah akan lebih siap dalam menghadapi risiko kebakaran berupa evakuasi dini dan dapat mengurangi dampak buruknya secara signifikan.
Copyrights © 2026