Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
Vol. 9 No. 2 (2025): October

Analysis of terms in the sasak nyunat tradition and their pedagogical implications

Ahmad Supriadi Guna Putra (Universitas Mataram)
Mahsun Mahsun (Universitas Mataram)
Burhanuddin Burhanuddin (Universitas Mataram)
Aswandikari Aswandikari (Universitas Mataram)
Saharudin Saharudin (Universitas Mataram)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2025

Abstract

This study examines the linguistic forms and cultural meanings embedded in the nyunat (circumcision) tradition of the Sasak community from the perspective of anthropological linguistics. It addresses a research gap in which circumcision traditions in Indonesia have mostly been explored from anthropological and health perspectives. The study aims to document, classify, and interpret ritual lexicons as cultural markers that embody identity, social roles, and spiritual values. Through qualitative methods involving observation, interviews, and document analysis, supported by audio–video recordings, the research constructs a taxonomy of ritual lexicons categorized into three semantic domains—berjap ‘getting ready’, begawe ‘holding a celebration’, and perebaq jengkis ‘ending the ceremony’. This taxonomy demonstrates how ritual language organizes cultural knowledge and encodes social order. Theoretically, the study advances the field of anthropological linguistics by showing how ritual lexicons function as systems that preserve and negotiate cultural meaning across generations. Pedagogically, the findings highlight the potential integration of local ritual lexicons into heritage-based education, cultural literacy, and digital storytelling programs to promote linguistic awareness and cultural sustainability.   Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk linguistik dan makna budaya yang tertanam dalam tradisi nyunat (khitan) masyarakat Sasak dari perspektif linguistik antropologi. Kajian ini menanggapi kesenjangan penelitian, di mana tradisi khitan di Indonesia sebagian besar telah diteliti dari sudut pandang antropologis dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan, mengklasifikasikan, dan menafsirkan leksikon-leksikon ritual sebagai penanda budaya yang merepresentasikan identitas, peran sosial, dan nilai-nilai spiritual. Melalui metode kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang didukung oleh rekaman audio–video, penelitian ini membangun taksonomi leksikon ritual yang dikategorikan ke dalam tiga domain semantik, yaitu berjap (‘bersiap’), begawe (‘mengadakan perayaan’), dan perebaq jengkis (‘menutup upacara’). Taksonomi ini menunjukkan bagaimana bahasa ritual mengorganisasi pengetahuan budaya dan mengodekan tatanan sosial. Secara teoretis, penelitian ini memperluas bidang linguistik antropologi dengan menunjukkan bagaimana leksikon ritual berfungsi sebagai sistem yang mempertahankan dan menegosiasikan makna budaya lintas generasi. Secara pedagogis, temuan penelitian ini menyoroti potensi integrasi leksikon ritual lokal ke dalam pendidikan berbasis warisan budaya, literasi budaya, dan program penceritaan digital untuk meningkatkan kesadaran linguistik dan keberlanjutan budaya.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JICC

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim ...