Limbah ampas tebu merupakan salah satu sumber energi biomassa yang potensial namun belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Pengolahan ampas tebu menjadi briket dapat menjadi solusi energi alternatif yang ramah lingkungan, namun masih terkendala oleh keterbatasan alat pencetak yang sederhana dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja alat pencetak briket manual, menentukan kapasitas produksi, kualitas hasil cetakan, serta indeks kehancuran briket. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Logam dan Kayu serta Laboratorium Alsintan Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian meliputi perancangan dan pembuatan alat, proses pembuatan briket melalui tahap pengeringan, karbonisasi, penumbukan, pengayakan, pencampuran perekat, dan pencetakan, serta pengujian kinerja alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat memiliki kapasitas kerja rata-rata 0,84 menit per buah dengan tingkat keberhasilan cetak sebesar 96,58%. Indeks kehancuran tertinggi diperoleh pada penggunaan perekat tepung tapioka sebesar 345,8 N, sedangkan terendah pada perekat tetes tebu sebesar 29,62 N.
Copyrights © 2026