Warna dekorasi yang dipilih pada eringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya adalah putih tulang, kuning emas dan hijau tosca. Selain ada otoritasasi dari sang Mu’asis, tentu pemilihan tiga warna ini syarat akan makna dan tujuan yang jarang diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini membahas tentang tiga macam warna; kuning emas, putih tulang dan hijau tosca yang dipilih untuk warna dekorasi dalam tradisi Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam tiga warna tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menggunakan metode wawancara yang mendalam, observasi dan analisis teks untuk memahami alasan kenapa warna-warna tersebut dipilih berdasarkan teologis dan budaya. Hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa masing-masing warna yang dipilih yaitu putih tulang, hijau tosca dan kuning emas, memiliki beberapa makna simbolik yang erat kaitannya dengan kemuliaan, keindahan, kesucian, ketulusan, ketenangan, kedamaian, kearifan dan kehormatan serta simbol nuansa istana orang-orang saleh. Pemilihan tiga warna ini tentu juga untuk merepresentasikan adanya hubungan harmoni antara ajaran Islam dengan keaarifan lokal, serta sarana pembelajaran bagi santri, masyarakat dan semua jamaah yang hadir dalam acara ini. Secara religius tentu tradisi ini tidak hanya memperkaya ritual Maulid, lebih dari itu tentu hal ini merupakan wadah dalam memperkuat kohesi sosial yang ada dalam lingkungan Pondok Pesantren. Dengan demikian, tujuan penelitian ini memberi kontribusi yang nyata dalam memahami interaksi sosial masyarakat yang mencakup dari berbagai macam elemen masyarakat dan kebudayaan lokal, serta adanya peran tradisi dalam pelaksanaan Maulid ini dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai spiritual dan sosial komunitas masyarakat Islam.
Copyrights © 2026