Perkembangan emosional secara bertahap dengan baik sangat penting bagi setiap anak tanpa terkecuali anak disabilitas. Tidak baiknya perkembangan emosional diakibatkan salah satunya yaitu perundungan tindakan yang memberikan dampak berupa trauma pada anak, Perlunya media seperti film yang bertujuan menjadi komunikasi terhadap masyarakat pada dampak tindakan perundungan. Film yang merepresentasikan atau menjelaskan makna realitas dari dampak perundungan terhadap anak tunarungu yaitu, film animasi Jepang ‘Koe no Katachi’ atau dalam bahasa Inggris berjudul A Silent Voice. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk memaknai bagaimana representasi dampak perundungan terhadap perkembangan emosional anak disabilitas tunarungu pada film A Silent Voice. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan studi Pustaka terhadap scene pada film A Silent Voice berdasarkan landasan teori. Analisis data menggunakan semiotika yang dikembangkan oleh Charles Sanders Peirce, yaitu representamen, object, interpretant. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan jika film A Silent Voice ditemukan dampak terhadap mengontrol emosional, sosial emosional dan menyakiti diri sendiri. Dampak terhadap perkembangan emosional yang dirasakan korban perundungan sangat diperlihatkan bagaimana dirinya merasa kurang percaya diri, sedih , dan hingga berkeinginan menyakiti diri.
Copyrights © 2026