Penelitian ini menunjukkan bahwa anak tunagrahita ringan belum mampu membaca huruf konsonan. Salah satu penyebabnya ialah kurang optimalnya pembelajaran pada media interaktif yang dilakukan oleh guru. Media wordwall adalah platform pembelajaran interaktif berbasis web yang digunakan untuk membuat berbagai permainan edukatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media wordwall dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada peserta didik tunagrahita ringan kelas V di SKh Negeri 01 Pandeglang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain Single Subject Research (SSR) tipe A-B-A. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas V di SKh Negeri 01 Pandeglang. Target behavior dalam penelitian ini yaitu kemampuan menunjukkan huruf, menyebut kan huruf, dan menuliskan huruf konsonan (b,c,d,f,g,h,j,k,l,m) dalam aspek membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan pada kemampuan menunjukkan huruf konsonan mendapatkan rata-rata persentase atau mean level dari fase baseline A1, intervensi (B), dan baseline A2 yaitu 40%,92,2%, dan 75%. Pada hasil penelitian kemampuan menunjukkan huruf konsonan dari fase baseline A1, intervensi (B), baseline A2 yaitu 40%,89,7%,dan 65%. Kemudian hasil penelitian kemampuan menuliskan huruf konsonan dari fase baseline A1, intervensi (B), baseline A2 yaitu 30%,93,5%, dan 65%. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan media wordwall memberikan pengaruh pada kemampuan membaca permulaan pada siswa tunagrahita ringan kelas V di SKh Negeri 01 Pandeglang.
Copyrights © 2026