Pendidikan berperan strategis dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia, salah satunya melalui penggunaan model pembelajaran yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan gabungan model PBL (Problem Based Learning) dan Kooperatif STAD (Student Team Achievement Division) terhadap kemampuan bernalar kritis serta sikap gotong royong peserta didik kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan Quasy Experimental Design jenis Pretest–Posttest Control Group Design. Instrumen penelitian berupa tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest), dengan analisis data menggunakan uji ANCOVA. Hasil uji menunjukkan Fhitung masing-masing 5,169 dan 19,063 dengan taraf signifikansi 0,027 dan 0,000 (< 0,05). Hal ini membuktikan bahwa gabungan model PBL (Problem Based Learning) dan Kooperatif STAD (Student Team Achievement Division) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan bernalar kritis. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran gabungan ini lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan strategi gabungan sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas proses maupun hasil belajar, sekaligus mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kerja sama.
Copyrights © 2026