Latar belakang penelitian ini adalah anak dengan hambatan pendengaran memiliki potensi intelektual yang setara dengan anak pada umumnya, namun keterbatasan dalam memahami komunikasi verbal seringkali menjadi kendala dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran keterampilan praktik seperti sulam benang. Keterampilan ini belum banyak diterapkan di sekolah khusus, padahal sulam benang memiliki manfaat dalam meningkatkan motorik halus, konsentrasi, dan kemandirian anak. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sulam benang motif flora pada anak dengan hambatan pendengaran melalui penerapan metode Project Based Learning (PjBL). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test and post-test. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa tunarungu yang telah memiliki keterampilan dasar menjahit. Instrumen penelitian berupa penilaian keterampilan sulam benang berdasarkan 20 aspek penilaian yang disesuaikan dengan tahapan PjBL. Perlakuan pembelajaran dilakukan dalam lima kali pertemuan yang mengikuti enam sintak PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada keterampilan siswa setelah diberikan perlakuan. Skor pre-test siswa menunjukkan kemampuan awal yang rendah, sedangkan skor post-test menunjukkan seluruh siswa memperoleh nilai maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Project Based Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan sulam benang motif flora pada anak dengan hambatan pendengaran. Metode ini juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemandirian, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa.
Copyrights © 2026