Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar mata pelajaran seni rupa siswa kelas 2 MI Riyadlul Muttaqien Sumedang, hal itu ditunjukkan oleh banyak siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam pembelajaran Seni Rupa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar seni rupa, khususnya pada materi menggambar pemandangan, melalui penggunaan media video YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model dari Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus melalui 4 tahap yaitu (a) perencanaan (b) pelaksanaan (c) pengamatan dan (d) refleksi. Menurut Benjamin S. Bloom Hasil belajar merupakan perubahan positif yang terjadi pada diri siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran. Perubahan ini mencakup tiga aspek utama, yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan). Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas II yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan dengan rentang usia 8–9 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan tes hasil belajar. Instrumen yang digunakan telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk menjamin keabsahan data. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media video YouTube dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, ketuntasan belajar mencapai 66,67%, pada siklus II meningkat menjadi 76,67%, dan pada siklus III mencapai 86,67%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan media video YouTube efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni rupa pada kelas 2 MI Riyadlul Muttaqien Sumedang.
Copyrights © 2026