Pendidikan keagamaan memegang peran yang strategis, baik dalam membentuk karakter peserta didik maupun dalam menciptakan suasana sekolah yang aman serta ramah bagi anak. Selaras dengan implementasi kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA), penyelenggaraan pendidikan keagamaan di sekolah umum dituntut untuk tidak semata-mata berfokus pada penguasaan materi keagamaan, melainkan juga pada upaya perlindungan hak anak serta pengembangan lingkungan belajar yang humanis. Studi ini dimaksudkan guna mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan keagamaan dalam mendukung kebijakan Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 6 Tanjung. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif, memakai model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Model CIPP dipilih karena sesuai dengan jenis penelitian evaluatif yang bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap program yang sedang berjalan. Melalui evaluasi konteks, peneliti dapat menilai relevansi program dengan kebutuhan sekolah dan kebijakan yang berlaku. Evaluasi input membantu mengidentifikasi kecukupan sumber daya, baik dari segi tenaga pendidik, sarana prasarana, maupun perencanaan program. Evaluasi proses memungkinkan peneliti mengkaji kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi produk bertujuan menilai dampak dan hasil yang dicapai. Oleh karena itu, penggunaan model CIPP dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan analisis yang mendalam serta rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan program pendidikan keagamaan di sekolah. Penghimpunan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru pendidikan agama, guru bimbingan dan konseling, peserta didik, serta orang tua. Hasil studi ini mengindikasikan bahwasannya program pendidikan keagamaan telah berkontribusi signifikan dalam membentuk iklim sekolah yang inklusif, aman, serta berorientasi pada pembinaan karakter melalui pembiasaan religius, disiplin positif, serta penguatan nilai empati dan toleransi. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek konsistensi implementasi dan pemantauan program. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan model evaluasi pendidikan keagamaan berbasis Sekolah Ramah Anak di sekolah menengah pertama negeri.
Copyrights © 2026