Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta berkarakter kuat, sementara pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja. SMK Negeri 1 Muara Uya merespons kondisi tersebut melalui pengelolaan kemitraan DUDI yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri, tetapi juga berbasis nilai kearifan lokal Banjar, yaitu Baiman, Bauntung, Batuah, dan Baadab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan kemitraan DUDI dalam pembinaan kompetensi siswa berbasis nilai lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang hubungan industri, guru produktif, siswa, dan mitra DUDI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang bersifat pembinaan. Kemitraan tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa, tetapi juga membentuk habitus kerja yang disiplin, adaptif, bertanggung jawab, dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI berbasis kearifan lokal Banjar mampu meningkatkan kualitas kompetensi dan karakter siswa secara holistik serta memperkuat daya saing lulusan pendidikan vokasi.
Copyrights © 2026