Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk adaptasi sosial mahasiswa Papua Pegunungan dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses adaptasi tersebut. Mahasiswa Papua Pegunungan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Manado (UNIMA) merupakan bagian dari masyarakat multikultural yang perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial berbeda dari daerah asal mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari mahasiswa Papua Pegunungan yang tinggal di Kelurahan Maesa UNIMA serta masyarakat lokal yang berinteraksi langsung dengan mereka. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Papua Pegunungan melakukan berbagai bentuk adaptasi sosial seperti penyesuaian bahasa, perilaku, dan pola hidup sehari-hari. Faktor pendukung adaptasi meliputi sikap keterbukaan, toleransi, dan dukungan masyarakat lokal. Namun, hambatan seperti perbedaan budaya, stereotip sosial, dan kurangnya komunikasi efektif juga ditemukan. Kesimpulannya, adaptasi sosial mahasiswa Papua Pegunungan di Kelurahan Maesa UNIMA berlangsung bertahap dan dipengaruhi interaksi sosial antara mahasiswa dan masyarakat lokal. Adaptasi optimal tercapai bila kedua pihak saling menghargai dan membuka ruang dialog budaya.
Copyrights © 2026