Pasar kendaraan listrik Indonesia tumbuh pesat dari 812 unit (2019) menjadi 43.188 unit (2024), namun BYD menghadapi tantangan membangun brand awareness di tengah persaingan Toyota dan Honda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital marketing dan word of mouth (WOM) terhadap brand awareness produk mobil listrik BYD di Tangerang Selatan secara parsial dan simultan. Penelitian kuantitatif deskriptif dan kausal menggunakan metode survei mengumpulkan data primer dari 120 responden purposive sampling (usia 20-60 tahun, berdomisili Tangerang Selatan, mengetahui BYD). Instrumen kuesioner skala Likert (12 indikator) diuji validitas (r > 0.1793) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0.60) menggunakan SPSS 26, diikuti uji asumsi klasik dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan digital marketing (t = 3.035, p = 0.003) dan WOM (t = 3.066, p = 0.003) berpengaruh signifikan secara parsial, simultan (F = 29.455, p = 0.000) menjelaskan 33,5% varians (R² = 0.335), dengan WOM lebih kuat (β = 0.233). Kesimpulannya, kedua faktor efektif meningkatkan brand awareness BYD, mendukung strategi pemasaran digital terintegrasi.
Copyrights © 2026