Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh metode storytelling melalui cerita Jātaka terhadap pemahaman anak mengenai nilai-nilai Brahmavihāra (Mettā, Karuṇā, Muditā, dan Upekkhā). Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengaitkan konsep abstrak Brahmavihāra dengan perilaku nyata akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan model Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian melibatkan 60 siswa aktif di Sekolah Minggu Buddhis (SMB) Vijja Khetta Singaraja, Bali. Data dikumpulkan melalui instrumen tes untuk mengukur ranah kognitif, afektif, dan konatif (perilaku), serta didukung oleh observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pretest dan posttest antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan storytelling dan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pendidik SMB dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan efektif untuk membentuk karakter serta moralitas anak berdasarkan ajaran Buddha
Copyrights © 2026