Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Metode Storytelling Cerita Jātaka terhadap Pemahaman Anak tentang Brahmavihāra dalam Program Sekolah Minggu Buddhis di SMB Vijja Khetta Singaraja I Ketut Satya Kumara; Ariyanto Ariyanto; Edi Priyono
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.82792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh metode storytelling melalui cerita Jātaka terhadap pemahaman anak mengenai nilai-nilai Brahmavihāra (Mettā, Karuṇā, Muditā, dan Upekkhā). Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengaitkan konsep abstrak Brahmavihāra dengan perilaku nyata akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan model Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian melibatkan 60 siswa aktif di Sekolah Minggu Buddhis (SMB) Vijja Khetta Singaraja, Bali. Data dikumpulkan melalui instrumen tes untuk mengukur ranah kognitif, afektif, dan konatif (perilaku), serta didukung oleh observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pretest dan posttest antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan storytelling dan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pendidik SMB dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan efektif untuk membentuk karakter serta moralitas anak berdasarkan ajaran Buddha
Konvergensi Buddhisme dan Neuroscience: Tinjauan Sistematis terhadap Dampak Meditasi Buddhistik terhadap Plastisitas Otak dan Transformasi Kesadaran Lie Li Cu; Lauw Acep; Edi Priyono
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9326

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan pustaka sistematis mengenai konvergensi antara Buddhisme dan neuroscience, dengan fokus pada dampak praktik meditasi Buddhistik terhadap plastisitas otak, regulasi emosi, dan transformasi kesadaran. Melalui analisis terhadap 30+ artikel dari jurnal bereputasi tinggi (2004–2025), penelitian ini mensintesis temuan empiris tentang perubahan struktural dan fungsional otak pada praktisi meditasi jangka panjang. Hasil menunjukkan bahwa meditasi Samatha, Vipassana, dan Metta secara signifikan memodulasi jaringan mode default (DMN), meningkatkan konektivitas fronto-parietal, serta menstabilkan osilasi gamma dan theta. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa latihan mental dalam Buddhisme dapat menginduksi neuroplastisitas yang terukur, membuka jalan bagi integrasi kontemplatif dalam intervensi klinis. Penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan metodologis dan merekomendasikan pendekatan neurofenomenologis untuk penelitian masa depan.
Digital Buddhism: Demokratisasi dan Komodifikasi Spiritualitas di Era Media Digital Tonny Wijono; Lauw Acep; Edi Priyono
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9358

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena Digital Buddhism sebagai transformasi praktik keagamaan Buddhis di era digital dengan fokus pada dinamika demokratisasi dan komodifikasi spiritualitas. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka sistematis, penelitian ini mengkaji literatur ilmiah terkait digital religion, media sosial, dan praktik Buddhisme kontemporer yang dipublikasikan dalam periode 2019-2024. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-kritis dengan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjükkan bahwa media digital mendorong demokratisasi spiritualitas melalui akses luas terhadap ajaran Buddha, praktik meditasi, dan komunitas virtual tanpa batasan geografis dan institusional. Namun demikian, fenomena yang sama menghadirkan tantangan komodifikasi spiritualitas, di mana praktik keagamaan dikemas sebagai produk digital komersial yang mereduksi makna spiritual mendalam. Selain itu, arus informasi yang cepat berpotensi menimbulkan distorsi pemahaman ajaran tanpa bimbingan guru yang kompeten. Kesimpulan menekankan perlunya pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana sebagai sarana pendukung, bukan pengganti praktik spiritual yang memerlukan pengalaman langsung dan refleksi batin mendalam. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkaya pemahaman tentang interaksi antara agama dan teknologi dalam konteks Buddhisme. Indonesia.
Kesadaran Gender sebagai Regulasi Psikologis: Tinjauan Literatur tentang Perubahan Pola Pikir pada Laki-laki dan Perempuan Danny Khoyana Djulijanto; Lauw Acep; Edi Priyono
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9364

Abstract

This study aims to explore the role of gender awareness as a psychological regulatory mechanism underpinning shifts in the mindset of men and women. Amid shifting global social norms, gender awareness is no longer viewed merely as cognitive knowledge, but rather as an active process of self-regulation. Through a systematic literature review of 27 scientific articles from the SINTA, Scopus, and Google Scholar databases, this study analyzes how a deep understanding of the social construction of gender functions as a self-control tool that enables individuals to monitor, evaluate, and adjust their behavior. Findings indicate that gender awareness triggers a shift from a fixed mindset rooted in biological essentialism toward an adaptive growth mindset. In men, this change is reflected in the redefinition of inclusive masculinity (anti-toxic masculinity), while in women, it manifests as increased self-efficacy and agency. This article concludes that strengthening gender awareness is an essential strategic psychological intervention for achieving sustainable gender equality at both the individual and structural levels.