Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut adanya pembelajaran yang mampu menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, termasuk kemampuan berpikir kreatif matematis. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan konvensional sehingga membatasi kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Challenge-Based Learning (CBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain nonequivalent control group yang melibatkan siswa kelas V di SD Laboratorium UPI Cibiru, terdiri atas kelas eksperimen yang menerapkan CBL dan kelas kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik, termasuk uji homogenitas, uji Mann–Whitney, dan Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif matematis pada kelas eksperimen setelah penerapan CBL dengan nilai signifikansi 0,003 (<0,05), meskipun perbandingan antara kelas eksperimen dan kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,257). Secara keseluruhan, kelas eksperimen menunjukkan peningkatan capaian yang lebih tinggi, mengindikasikan bahwa tahapan Engage, Investigate, dan Act dalam CBL efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan pemecahan masalah, dan kreativitas matematis.
Copyrights © 2026