Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka menuntut deep learning mendalam yang menekankan pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan kemampuan refleksi siswa. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pendekatan pembelajaran deep learning serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru di SMA Negeri 3 Siak Hulu. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi diterapkan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data meliputi observasi kelas terhadap tiga guru Bahasa Indonesia menggunakan 64 indikator, wawancara mendalam dengan tiga guru dan tiga siswa, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran mendalam berada pada kategori baik dengan rata-rata pencapaian 85,5%. Guru 1 memperoleh skor 82%, Guru 2 memperoleh 87%, dan Guru 3 memperoleh 87,5%. Aspek memahami mencapai 86,2%, mengaplikasi 83,9%, dan merefleksi 81,1%. Hambatan yang dihadapi meliputi keberagaman pemahaman siswa, pengetahuan awal yang tidak merata, rendahnya keaktifan dalam diskusi kelompok, kesulitan menyampaikan materi abstrak, siswa belum terbiasa berpikir kritis, serta rendahnya motivasi belajar mandiri dan kebiasaan refleksi. Guru mengatasi hambatan melalui penyederhanaan bahasa, pemberian contoh kontekstual, variasi metode pembelajaran, dan pembiasaan refleksi.
Copyrights © 2026