Etos kerja guru pada SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) penting untuk menjamin konsistensi layanan pembelajaran, implementasi Kurikulum Merdeka, dan kesiapan lulusan menuju DUDI. Kajian empiris tentang kepemimpinan pelayan kepala sekolah pada konteks SMK-PK di Papua masih terbatas, terutama terkait indikator yang paling dominan dan penjelasan kualitatifnya. Penelitian ini menganalisis model kepemimpinan pelayan kepala sekolah dalam meningkatkan etos kerja guru di SMKN 8 Kota Jayapura, Papua. Penelitian menggunakan Mixed Methods desain explanatory sequential yaitu pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, kemudian diperdalam melalui data kualitatif untuk menjelaskan dan menguatkan temuan kuantitatif. Tahap kuantitatif melibatkan total sampling 20 guru melalui angket 18 indikator, dianalisis dengan statistik deskriptif (persentase dan kategorisasi). Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil kuantitatif menunjukkan indikator dominan: empati (95%), mendengar (94%), konseptualisasi (92%), dan visi (91%) (kategori sangat baik). Indikator keterbukaan (72%) dan kestabilan emosi (76%) berada pada kategori baik. Temuan kualitatif menegaskan bahwa empati dan mendengar meningkatkan dukungan kerja, rasa aman psikologis, dan komitmen guru; sementara keterbukaan perlu diperkuat melalui kanal aspirasi formal dan tindak lanjut yang terdokumentasi. Implikasi penelitian ini adalah penguatan praktik kepemimpinan pelayan yang menekankan empati, mendengar, konseptualisasi, dan visi, serta perbaikan keterbukaan komunikasi dan kestabilan emosi kepala sekolah melalui mekanisme umpan balik yang terstruktur.
Copyrights © 2025