Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan Islam di Indonesia pada awal abad ke-20. Muhammadiyah lahir dalam konteks sosial, keagamaan, dan pendidikan umat Islam yang ditandai oleh praktik keagamaan yang sinkretis, rendahnya kualitas pendidikan, serta kondisi sosial masyarakat yang terbelakang akibat kolonialisme. Selain itu, pengaruh pemikiran pembaruan Islam dari Timur Tengah, khususnya gagasan tajdid dan purifikasi ajaran Islam, turut membentuk dasar ideologis pendirian Muhammadiyah oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi pustaka (library reserach), terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, seperti dokumen sejarah, karya tokoh Muhammadiyah, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdirinya Muhammadiyah tidak hanya merupakan respons terhadap kondisi internal umat Islam, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk menghadapi tantangan modernitas dan kolonialisme melalui reformasi pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial. Dengan demikian, Muhammadiyah berperan penting dalam membangun kesadaran keagamaan yang rasional, berkemajuan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat serta bangsa Indonesia.
Copyrights © 2026