Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar dapat berpartisipasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam ruang digital. Namun, kesenjangan literasi digital masih ditemukan pada berbagai lapisan masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses dan pendampingan yang terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pendampingan masyarakat berkelanjutan dalam memperkuat literasi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. Sasaran program meliputi kelompok masyarakat usia produktif dan remaja yang memiliki intensitas penggunaan media digital tinggi namun belum diimbangi dengan pemahaman kritis terhadap keamanan, etika, dan pemanfaatan teknologi secara produktif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait keamanan data pribadi, kemampuan memilah informasi (anti-hoaks), etika bermedia sosial, serta pemanfaatan platform digital untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan. Keberlanjutan program melalui pendampingan rutin dan pembentukan agen literasi digital lokal terbukti mampu memperkuat dampak intervensi. Dengan demikian, program pendampingan masyarakat berkelanjutan menjadi strategi efektif dalam membangun ekosistem literasi digital yang adaptif dan berdaya saing di era transformasi digital.
Copyrights © 2026