Sosialisasi perguruan tinggi pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tantangan tersendiri karena orientasi pendidikan vokasional siswa yang lebih kuat pada dunia kerja dibandingkan studi lanjut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model komunikasi dalam kegiatan sosialisasi perguruan tinggi kepada siswa SMK serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan minat melanjutkan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMK 8 PGRI Jakarta dengan sasaran siswa kelas XII. Proses komunikasi dilakukan secara dua arah melalui ceramah dan diskusi interaktif. Analisis hasil kegiatan menggunakan model komunikasi Harold Lasswell, model komunikasi persuasif, serta fungsi model komunikasi menurut Wiseman & Barker dan Deutsch. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh unsur komunikasi dalam model Lasswell terimplementasi secara sistematis, ditandai dengan meningkatnya pemahaman siswa mengenai dunia perguruan tinggi, perubahan sikap, serta tumbuhnya motivasi dan niat untuk melanjutkan studi, termasuk pilihan kuliah sambil bekerja. Pendekatan persuasif dan partisipatif terbukti mampu mendorong perubahan pada aspek kognitif, afektif, dan konatif siswa. Artikel ini menegaskan bahwa penerapan model komunikasi yang terstruktur, adaptif, dan dialogis sangat efektif dalam sosialisasi perguruan tinggi di lingkungan SMK serta berkontribusi dalam membangun kesiapan siswa merencanakan pendidikan lanjut secara sadar dan berorientasi masa depan.
Copyrights © 2025