Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang direpresentasikan melalui bahasa seksis dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks novel, khususnya kalimat dan dialog yang merepresentasikan relasi gender. Analisis data dilakukan menggunakan analisis wacana kritis perspektif Sara Mills yang menitikberatkan pada posisi subjek–objek serta relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan adanya praktik bahasa seksis yang memunculkan tiga bentuk utama ketidakadilan gender, yaitu diskriminasi terhadap perempuan, dominasi laki-laki atas perempuan, dan stereotipe negatif terhadap perempuan. Tokoh Suad digambarkan sebagai representasi perempuan yang berjuang melawan budaya patriarki melalui kemandirian, pendidikan, dan peran publik, meskipun tetap menghadapi tekanan sosial, stigma, serta konstruksi gender yang membatasi ruang geraknya. Novel ini merefleksikan realitas sosial masyarakat patriarkal Mesir yang relevan dengan konteks perempuan di masyarakat lain, termasuk Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran terhadap kajian sastra feminis serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sosial dan keluarga.
Copyrights © 2026