Masalah kesehatan yang terjadi pada balita salah satunya adalah stunting. Penyebab kejadian stunting adalah ketidakseimbangan asupan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan. Protein hewani berperan dalam pencegahan stunting, yang merupakan salah satu zat gizi utama yang berperan dalam proses tumbuh kembang anak balita. Pemberian makanan selingan tinggi protein menjadi alternatif yang bertujuan untuk menambah asupan protein untuk balita sehingga dapat mempercepat pertumbuhan balita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu balita dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pengolahan makanan selingan tinggi protein. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Plaju Ulu, Palembang, pada bulan Agustus dan Oktober. Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan, emo demo dan pelatihan pengolahan makanan selingan tinggi protein. Pengetahuan diukur dengan menggunakan kuesioner dan antusiasme ibu terhadap pelatihan yang diberikan diukur melalui observasi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu balita terkait makanan selingan tinggi protein setelah dilakukan emo demo, dengan nilai rata-rata sebelum diberikan edukasi 7,7 menjadi 8,58 setelah diberikan edukasi melalui emo demo. Adanya peningkatan pengetahuan ibu penyuluhan terkait makanan selingan dengan rata-rata skor 7,58 sebelum diberikan penyuluhan menjadi 8,52 setelah diberikan penyuluhan. Ada perbedaan skor rata-rata pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi melalui emo demo dan penyuluhan dengan p-value 0,006 dan 0,020 (p-value < 0,005) serta ibu balita antusias mengikuti pelatihan pengolahan makanan tinggi protein. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberian edukasi dan pelatihan terkait makanan selingan tinggi protein dapat meningkatkan pengetahuan dan antusiasme ibu untuk mengolah makanan selingan tinggi protein. Kegiatan ini dapat diintegrasikan ke dalam program Posyandu dan layanan kesehatan di Puskesmas, sehingga menjadi bagian dari intervensi pencegahan stunting yang lebih luas.
Copyrights © 2026