Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius, terutama dalam kaitannya dengan kesiapan prakonsepsi dan kualitas kesehatan reproduksi. Prevalensi anemia di Desa Bandar Labuhan mencapai 32%, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 15,5%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah daun kelor menjadi jajanan sehat bagi remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan 24 ibu PKK sebagai peserta. Program dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik pengolahan daun kelor, dan pendampingan. Produk yang dihasilkan meliputi keripik daun kelor, dimsum kelor, stik ikan kelor, kue kering senyum, puding kelor, dan minuman segar kelor. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat dan kandungan gizi daun kelor, serta peningkatan keterampilan dalam mengolah produk pangan berbasis kelor. Selain itu, terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap daun kelor, dari yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai sayur bening menjadi bahan pangan bergizi yang memiliki nilai ekonomi. Program ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan ibu-ibu PKK efektif dalam meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif pencegahan anemia pada remaja putri. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya pemantauan berkala serta pengembangan usaha mikro berbasis produk olahan daun kelor.
Copyrights © 2026